Showing posts with label Presiden Amerika Serikat. Show all posts
Showing posts with label Presiden Amerika Serikat. Show all posts

Monday, 2 May 2016

Biografi Singkat John F Kennedy

John Fitzgerald Kennedy lahir pada 29 Mei 1917 di Brookline, Massachusetts, di tengah-tenga keluarga kaya dan terhormat. Kakek dari keluarga ayahnya, P.J. Kennedy, adalah bankir kaya dan pedagang minuman keras. Sedangkan nenek dari keluarga ibunya, John E. Fitzgerald, yang memiliki julukan "Honey Fitz," adalah seorang politisi handal yang bekerja sebagai anggota kongres dan sebagai Walikota Boston. Ibu Kennedy, Rose Elizabeth Fitzgerald adalah seorang wanita kelas tinggi di Boston. Sedangkan ayahnya, Joseph Kennedy Sr., adalah seorang bankir sukses yang memperoleh keuntungan besar dari pasar saham setelah Perang Dunia I. Joe Kennedy Sr. kemudian melanjutkan karier pemerintahannya sebagai Ketua Securities and Exchange Commission dan sebagai Duta Besar untuk Inggris.

John Fitzgerald Kennedy, yang lebih sering dipanggil, Jack, adalah anak tertua kedua dari sembilan bersaudara yang luar biasa. Saudara-saudaranya antara lain Eunice Kennedy (pendiri Special Olympics), Robert Kennedy (Jaksa Agung Amerika Serikat), dan Ted Kennedy, salah seorang senator paling kuat di sejarah Amerika.

Kennedy mengikuti sekolah paroki Canterbury (1930-1931) dan Sekolah Choate (1931-1935). Salah seorang gurunya mengatakan bahwa orang-orang di sekolah menyukainya lebih untuk kepribadiannya daripada prestasinya. Dia sering sakit-sakitan sewaktu kecil dan menghabiskan banyak waktu dengan membaca. Kennedy terdaftar di Princeton University pada tahun 1935 tetapi penyakit segera memaksanya untuk mundur. Setelah pemulihan ia masuk ke Harvard University, di mana ia mengambil jurusan hubungan pemerintah dan internasional.

Selama tahun-tahun awal di Harvard, ia melakukan perjalanan ke Eropa dan mengamati peristiwa yang mengarah ke Perang Dunia II (1939-1945). Dia menggunakan pengamatannya untuk tugas senior paper-nya, yang kemudian menjadi buku terlaris ‘Why England Slept’ (1940).

Setelah lulus dari Harvard dengan penghargaan pada tahun 1940, Kennedy masuk ke Stanford University untuk melanjutkan pascasarjana. Pada bulan April 1941 ia mencoba mendaftarkan diri di Angkatan Darat AS tapi ditolak karena alasan fisik (cedera punggung yang diterima saat bermain sepak bola). Beberapa bulan kemudian, setelah punggungnya diperkuat melalui latihan, Angkatan Laut AS menerimanya. Dia kemudian menjadi seorang perwira intelijen di Washington, D.C. Setelah Jepang menyerang Pearl Harbour (sebuah pangkalan militer AS di Hawaii) pada tanggal 7 Desember 1941, Amerika Serikat memasuki Perang Dunia II. Kennedy meminta tugas aktif di laut dan diberi tugas ini pada tahun 1942-an.

Melanjutkan pelatihan dalam Skuadron Boat Torpedo Motor, Kennedy dikirim ke Pasifik Selatan untuk dalam perang melawan Jepang. Pada bulan Maret 1943 ia diberi komando kapal patroli torpedo (PT), sebuah perahu kecil, cepat, dan dipersenjatai dengan senjata, termasuk torpedo. Pada bulan Agustus perahunya telah diiris menjadi dua oleh sebuah kapal perusak Jepang dan dua anak buahnya tewas. Kennedy dan empat orang lainnya berpegangan pada setengah dari kapal PT yang tetap mengapung. Enam orang lainnya selamat di perairan terdekat, dua terluka. Dalam perjuangan tiga jam Kennedy meletakkan awak kapal yang terluka ke bangkai kapal yang masih mengambang. Ketika kapal ini terbalik, ia memerintahkan anak buahnya untuk berenang ke sebuah pulau kecil sekitar tiga mil jauhnya. Dia menarik satu orang ke pantai dalam perjuangan lima jam yang heroik. Beberapa hari kemudian, setelah memperlihatkan keberanian, kepemimpinan, dan daya tahan, Kennedy dan anak buahnya berhasil diselamatkan.

Kembali ke kehidupan sipil, Kennedy bekerja di surat kabar selama beberapa bulan, meliputi konferensi PBB, Konferensi Potsdam, dan pemilu Inggris 1945. Namun, karena ia datang dari keluarga yang biasa melakukan pelayanan publik, Kennedy menginginkan karier di bidang politik.

Pada tahun 1946 ia menjadi calon U.S. House of Representatives dari distrik Massachusetts ke sebelas. Kennedy membangun organisasi personal yang besar untuk kampanyenya. Pada tur keliling, ia bertemu pemilih sebanyak mungkin. Dia langsung berbicara kepada orang-orang tersebut dalam gaya non formal tentang topik yang mereka sukai. Dalam kampanyenya ini, Jack didukung oleh ibu dan saudara-saudaranya. Robert dan Edward berperan sebagai manajernya, sedangkan ibu dan saudara-saudara perempuannya mengadakan kegiatan sosial untuk menggalang dana bagi kampanyenya.

Kennedy memenangkan pemilihan utama, musim gugur, dan pemilihan untuk House of Representatives pada tahun 1948 dan sekali lagi pada 1950. Dia bekerja untuk program-program mewujudkan kesejahteraan sosial yang lebih baik, khususnya di bidang perumahan murah rakyat. Pada tahun 1949 ia menjadi anggota Komite Bersama Hubungan Buruh-Manajemen. Dalam kapasitas ini, Kennedy adalah seorang pendukung kuat bagi buruh, yang mengupayakan upah yang lebih tinggi dan kondisi kerja yang lebih baik.

Kennedy mendukung program domestik dari Presiden Harry Truman, termasuk program-program kesejahteraan sosial, perpajakan progresif, dan regulasi bisnis. Namun, ia tidak mengikuti kebijakan Truman dalam hubungan luar negeri. Misalnya, ia menentang pertempuran di Korea.

Pada April 1952 Kennedy berjuang untuk mendapatkan kursi di Senat AS menghadapi Henry Cabot Lodge, Jr., seorang anggota Partai Republik yang liberal. Kennedy dimenangkan oleh lebih dari tujuh puluh ribu suara. Lodge kalah telak. Dia tidak melawan seorang pria saja, melainkan seluruh keluarga Kennedy. Pada tahun 1958 Kennedy terpilih kembali ke Senat.

Sukses politik Kennedy segera diikuti oleh kesuksesan lain dalam kehidupan pribadinya. Pada tanggal 12 September 1953, Kennedy menikahi Jacqueline Lee Bouvier, putri seorang pemodal dari New York City, di Newport, Rhode Island. John dan Jacqueline Kennedy memiliki tiga anak: Caroline Bouvier, John Fitzgerald, dan Patrick Bouvier (yang hidup hanya beberapa hari setelah kelahirannya di tahun 1963); serta seorang anak lain yang meninggal saat dilahirkan di tahun 1956.

Kennedy bertugas sebagai Senat di bulan Januari 1953. Ia melanjutkan untuk mendukung para buruh, ekonomi, dan hubungan luar negeri. Ia menjabat di Komite Kesejahteraan Buruh dan Masyarakat, Komite Operasi Pemerintah, Komite Hubungan Buruh-Manajemen, Komite Hubungan Luar Negeri dan Komite Ekonomi Bersama. Dia juga mengupayakan untuk meloloskan dana untuk membantu industri perikanan dan tekstil Massachusetts dan meningkatkan perekonomian New England.

Cedera lama di punggungnya yang kambuh memaksa Kennedy untuk menggunakan kruk selama 1954. Dia menjalani operasi pada Oktober 1954 dan pada Februari 1955. Dia menghabiskan berbulan-bulan masa sakit dan penyembuhannya dengan menulis biografi orang-orang Amerika yang telah menunjukkan keberanian moral pada titik-titik sulit dalam hidup mereka. Buku biografi ini, ‘Profiles in Courage’ (1956), menjadi buku terlaris dan Hadiah Pulitzer untuk kategori biografi pada tahun 1957.

Operasi punggung Kennedy tidak sukses 100%, dan dia tidak pernah lagi sepenuhnya bebas dari rasa sakit. Pasca operasi, ia kembali ke kursi Senat pada bulan Mei 1955. Ia menjadi pendukung kuat dari hak-hak sipil dan perundang-undangan kesejahteraan sosial. Kennedy juga mendukung anggaran untuk memberikan dana bantuan bagi pendidikan dan untuk melonggarkan hukum imigrasi AS.

Pada 1960, Kennedy menjadi Presiden Amerika Serikat termuda, dengan wakil Lyndon B. Johnson. Mereka mengalahkan kandidat dari Partai Republik, Richard Nixon.

Dalam masa jabatannya sebagai presiden yang cukup singkat, Kennedy menghadapi banyak keadaan yang sangat genting. Antara lain, kegagalan invasi AS ke Kuba di Teluk Babi (Bay of Pigs), perlindungan terhadap hak-hak sipil, krisis misil Kuba, dan perang Vietnam. Namun, Kennedy dapat menghadapi semuanya dengan sangat baik, yang membuatnya semakin disegani oleh kawan maupun lawan.

Tanggal 22 November 1963 adalah hari naas bagi Kennedy. Ia tewas ditembak saat berada di mobil terbuka di Dallas, Texas. Lee Harvey Oswald dipercaya sebagai penembak sang presiden, meskipun beberapa argumen lain mengatakan, bahwa pelakunya lebih dari satu orang. Seluruh Amerika Serikat – bahkan seluruh dunia – berduka. Di Indonesia, bendera setengah tiang dikibarkan sebagai tanda turut berduka cita. Di New Delhi, India, banyak orang yang menangis di jalan-jalan.

Kennedy pernah menyimpulkan bahwa masa saat itu sebagai "sangat berbahaya, dan berantakan." Ia hidup di antara dua perang dunia, Great Depression (tahun 1929-1939 di mana hampir setengah pekerja industri di negara tersebut kehilangan pekerjaan), dan era nuklir. "Hidup ini tidak adil," katanya. Dan itulah Kennedy, yang dikaruniai kemuliaan dan tragedi. Namun, ia tidak pernah kehilangan kasih sayangnya, rasa keseimbangan, maupun optimismenya.

Sumber  : www.profil.merdeka.com

Sunday, 1 May 2016

Biografi Singkat Bill Clinton


Bill Clinton  lahir di Hope, Arkansas, 19 Agustus 1946; dengan nama William Jefferson Blythe IV adalah Presiden Amerika Serikat ke-42. Ia menjabat dua kali masa jabatan periode 20 Januari 1993 hingga 20 Januari 2001.

Sebelum terpilih menjadi presiden, Clinton selama sekitar 12 tahun adalah Gubernur Arkansas yang ke-40 dan ke-42. Istrinya, Hillary Rodham Clinton, adalah Senator dari daerah pemilihan New York. Clinton mendirikan yayasan William J. Clinton Foundation dan menjadi ketuanya.

Pada masa pemerintahan Clinton, rakyat AS menikmati perdamaian dan kesejahteraan ekonomi yang lebih besar dibandingkan dengan periode manapun dalam sejarah AS. Clinton adalah presiden dari partai Demokrat (Amerika Serikat) pertama sejak Franklin D. Roosevelt
 
Masa kecil
Tiga bulan sebelum kelahiran Bill Clinton, ayahnya meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas. Ketika Clinton berusia empat tahun, ibunya menikah lagi dengan Roger Clinton yang berasal dari Hot Springs, Arkansas.
 
Nama keluarga ayah tirinya, Clinton, selanjutnya ia gunakan sejak duduk disekolah menengah. Clinton merupakan siswa berbakat sekaligus pemain saksofon yang handal. Ia pernah mempertimbangkan untuk menjadi pemain musik profesional, lalu ketika menjadi utusan untuk Boys Nation semasa duduk di sekolah menengah, ia bertemu dengan Presiden John Kennedy di Taman Bunga Mawar Gedung Putih. Pertemuan tersebut memotivasinya untuk terjun ke dunia pelayanan publik.

Awal karier
Clinton lulus dari Georgetown University pada tahun 1968 dan pada tahun itu juga ia mendapat Beasiswa Rhodes untuk belajar di Oxford University. Ia memperoleh gelar dibidang hukum dari Yale University pada 1973, kemudian memasuki dunia politik di Arkansas.

Ia kalah dalam kampanye untuk menjadi anggota Kongres di Distrik Ketiga Arkansas pada 1974. Tahun berikutnya ia menikahi Hillary Rodham, lulusan Wellesley College and Yale Law School. Putri semata wayang mereka, Chelsea, lahir pada tahun 1980.

Pada 1976, Clinton terpilih sebagai Jaksa Agung Arkansas, dan menjadi gubernur pada negara bagian tersebut pada 1978. Setelah gagal dalam usahanya mempertahankan posisi tersebut, ia berhasil mendapatkannya kembali empat tahun kemudian. Ia menjabat sebagai Gubernur Arkansas hingga ia berhasil mengalahkan Presiden George Bush serta kandidat independen Ross Perot pada pemilihan presiden 1992.

Masa kepresidenan
Clinton dan pasangannya dalam permilihan presiden, Senator Al Gore dari Tennessee, yang pada saat itu berusia 44 tahun, mewakili generasi baru dalam kepemimpinan politik AS. Untuk pertama kalinya dalam 12 tahun, baik Gedung Putih maupun Kongres dikuasai oleh partai yang sama. Tapi situasi ini tidak bertahan lama; Partai Republik berjaya di kedua kamar di Kongres pada 1994.
Ia berhasil;
  • Menempatkan tingkat pengangguran dan tingkat inflasi pada titik terendah dalam 30 tahun.
  • Tingkat kepemilikan rumah tertinggi dalam sejarah AS.
  • Menurunkan tingkat kejahatan di sejumlah wilayah.
  • Mengurangi tugas-tugas kesejahteraan.
  • Mengusulkan anggaran berimbang pertama dalam beberapa dekade serta berhasil mencapai surplus anggaran.
Sebagai bagian dari rencana perayaan milenium tahun 2000, Clinton menghimbau rakyatnya untuk melancarkan inisiatif nasional untuk mengakhiri diskriminasi rasial.
Namun ada pula pendapat yang mengatakan bahwa keberhasilan pemerintahan Clinton pada awal masa jabatannya dikarenakan kebijaksanaan jangka panjang yang diterapkan oleh mantan Presiden Ronald Reagan mulai menunjukkan hasil.

Setelah kegagalan pada tahun keduanya berkenaan dengan program besar reformasi di bidang kesehatan, Clinton mengubah penekanan, sembari menyatakan bahwa "era pemerintahan besar telah berakhir." Ia mengatur undang-undang untuk meningkatkan mutu pendidikan, melindungi pekerjaan para orang tua yang harus mengurus anak-anak yang sakit, membatasi penjualan senjata api genggam, serta memperkuat aturan­-aturan yang berhubungan dengan lingkungan hidup.

Pada 1998, sebagai akibat dari isu-isu mengenai hubungan pribadinya dan skandal sex dengan seorang wanita muda pekerja magang di Gedung Putih, Monica Lewinsky, Presiden Clinton menjadi presiden AS kedua yang di-impeach oleh DPR AS. Ia diadili di Senat dan terbukti tidak bersalah atas segala tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia meminta maaf kepada seluruh rakyat AS atas perbuatannya dan terus mendapat dukungan untuk menjadi presiden.

Di kancah internasional, ia berhasil mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke Bosnia yang tercabik oleh perang dan ke Irak yang dibombardir setelah Saddam Hussein menghentikan inspeksi PBB atas bukti-bukti keberadaan senjata nuklir, kimia dan biologis. Ia menjadi tokoh global dalam pengembangan NATO, perdagangan intemasional yang lebih terbuka, serta kampanye global melawan penjualan narkoba. Ia mendapat sambutan yang besar dalam kunjungan-kunjungannya ke Amerika Selatan, Eropa, Rusia, Afrika, dan RRC dalam upaya mempromosikan kebebasan ala AS.

Investigasi dan Impeachment
Ia ayah dari seorang anaknya, Chelsea Clinton. Dia terkenal sebagai presiden yang populer di kalangan warga Afrika-Amerika. Pada masa jabatannya, ekonomi AS mengalami perkembangan merata yang terlama sepanjang sejarahnya. Karirnya sebagai presiden sempat dinodai skandal perselingkuhan dengan Monica Lewinsky.

Sumber : Wikipedia

Friday, 29 April 2016

Biografi Singkat Barack Obama

Barack Hussein Obama adalah presiden Amerika Serikat ke-44, juga presiden Amerika afro-amerika pertama. Obama lahir pada 4 Agustus 1961 di Honolulu, Hawaii dari pasangan Stanley Ann Dunhamm yang berdarah Inggris, Jerman, dan Irlandia, dan Barack Obama, Sr. yang berasal dari Kenya.

Orang tua Obama bertemu di University of Hawaii, dan ayahnya adalah seorang siswa pertukaran pelajar. Pasangan ini menikah pada 2 Februari 1961, namun bercerai pada 1964 ketika ayahnya meneruskan sekolah ke Harvard University. Obama, Sr kembali ke Kenya dan menikah lagi, dan hanya pernah mengunjungi Obama di Hawaii sekali, sebelum akhirnya meninggal dalam kecelakaan mobil pada 1982.

Ibunya menikah dengan seorang pria Indonesia, Lolo Soetoro, dan akhirnya ikut tinggal di Jakarta, Indonesia selama 4 tahun (6 tahun-10 tahun), dan bersekolah di SDN Besuki, Jakarta.

Obama kembali ke Hawaii untuk tinggal dengan kakek-neneknya, dan bersekolah di sana. Obama hidup terpisah dengan sang ibu yang tinggal di Indonesia sebagai peneliti antropologi, sebelum akhirnya kembali ke Hawaii dan meninggal karena kanker rahim.

Masa kecil dan remaja Obama dihabiskan dengan perjuangannya sebagai anak dari pernikahan multikultural, termasuk pergulatannya dengan alkohol, marijuana, dan kokain.

Selepas SMA, Obama pindah ke Los Angeles untuk menempuh pendidikan di Occidental College. Pada 1981, Obama sempat berkunjung ke Indonesia untuk menemui ibu dan adik tirinya, Maya, juga menyempatkan mampir ke tempat tinggal teman-temannya di India dan Pakistan.

Pada akhir 1981 Obama dipindahkan ke Universitas Columbia di New York City, jurusan ilmu politik, dengan spesialisasi hubungan internasional. Obama lulus pada 1983 dengan gelar BA. Setelah lulus, Obama bekerja selama setahun di Business International Corporation, juga pada New York Public Interest Research Group.

Setelah menjalani beberapa pekerjaan pada beberapa institusi, organisasi, dan perusahaan, Obama sekali lagi menuntut ilmu di Harvard Law School pada 1988. Di sini, Obama sempat menjadi editor Harvard Law Review, dan president of the journal. Obama lulus dengan gelar Juris Doctor magna cum laude dari Harvard.

Setelahnya, Obama menjadi dosen Universitas Chicago selama dua belas tahun, mengajar hukum negara.

Obama bertemu dengan istrinya, Michelle Robinson pada 1989, dan menikah pada 3 Oktober 1992. Putri pertamanya, Malia Ann, lahir pada 4 Juli 1998 dan Natasha (Sasha), putri kedua, pad 10 Juni 2001.

Pada 1996, Obama terpilih sebagai Senat Illinois, dan tepilih kembali pada 1998 dan 2002. Pada 2000, Obama mengalami kekalahan pada pemilihan House of Representative AS. Obama adalah salah satu orang yang tidak menyetujui invasi Iraq yang dilaksanakan Presiden Bush.

Pada 4 Januari 2005, Obama disumpah sebagai seorang senator, yang akhirnya dikenal sebagai seorang Demokrat yang setia. Pada 13 November 2008, Obama menyatakan bahwa dirinya akan berhenti dari posisinya sebagai Senat pada 16 November 2008 demi persiapan kampanye presiden yang akan dilakukannya.

Pada kampanye Presiden, Obama melawan Hillary Rodham Clinton yang juga berasal dari Partai Demokrat, namun akhirnya Obama-lah yang terpilih sebagai perwakilan Partai Demokrat.

Dalam tingkat presidensial, Obama melawan Senator John McCain, wakil dari Partai Republik. Mantan presiden Bill Clinton dan sang istri, Hillary, turut mengerahkan massa untuk mendukung Obama.

Obama pun memenangkan pemilihan dengan 52,9% suara, yang menjadikannya presiden Afrika-Amerika pertama.

Di kehidupan pribadinya, Obama juga dikenal sebagai Barry. Selain berbahasa Inggris, sang presiden juga berbicara dalam bahasa Indonesia, yang dipelajarinya ketika tinggal di Indonesia.

Obama adalah penggemar olahraga basket, khususnya Chicago White Sox. Selama menjadi presiden, Obama dituntut untuk mengurangi bahkan kebiasaannya merokok menggunakan terapi penggantian nikotin. Walau beragama Kristen, Obama juga dikenal sebagai sosok yang memiliki toleransi beragama yang tinggi. 

Sumber : www.kapanlagi.com

Biografi Singkat George Walker Bush




George Walker Bush (lahir di New Haven, Connecticut, Amerika Serikat, 6 Juli 1946; umur 69 tahun) adalah Presiden Amerika Serikat ke-43. Ia dilantik 20 Januari 2001 setelah terpilih lewat pemilu presiden tahun 2000 dan terpilih kembali pada pemilu presiden tahun 2004. Jabatan kepresidenan kedua kalinya berakhir pada 20 Januari 2009. Sebelumnya, ia adalah Gubernur Texas ke-46 (1995-2000). Jabatan ini ditinggalkan sesaat setelah dirinya terpilih sebagai presiden. Ia digantikan oleh Barack Obama.

Dalam sejarahnya, Keluarga Bush adalah bagian dari Partai Republik dan politik Amerika. Bush adalah anak tertua mantan Presiden Amerika Serikat George H. W. Bush. Ibunya adalah Barbara Bush. Kakeknya, Prescott Bush adalah mantan Senator Amerika Serikat dari Connecticut. Sedang, adiknya, Jeb Bush adalah mantan Gubernur Florida. Menyusul Serangan 11 September 2001, Bush mengumumkan Perang melawan terorisme secara menyeluruh. Sepanjang Oktober 2001, dia memerintahkan invasi ke Afganistan untuk melumpuhkan kekuatan Taliban dan al-Qaeda. Pada Maret 2003, Bush memerintahkan penyeranganan ke Irak dengan alasan bahwa Irak telah melanggar Resolusi PBB no. 1441 mengenai senjata pemusnah massal dan karenanya harus dilucuti dengan kekerasan. Setelah digulingkannya rezim Saddam Hussein, Bush bertekad memimpin AS untuk menegakkan demokrasi di Timur tengah, yang dimulai dengan Afganistan dan Irak. Namun hingga kini situasi di Irak semakin tidak stabil karena pertikaian yang berkepanjangan antara kelompok Sunni, yang pada masa Saddam Hussein praktis berkuasa atas kelompok mayoritas Syi'ah, yang kini ganti berkuasa.

Bush pertama-tama dipilih pada tahun 2000, dan menjadi presiden keempat dalam sejarah AS yang dipilih tanpa memenangkan suara rakyat setelah 1824, 1876, dan 1888. Bush yang menggambarkan dirinya sebagai "presiden perang", terpilih kembali pada 2004 setelah kampanye pemilihan yang sengit dan panas. Dalam kampanye ini, keputusannya untuk mengadakan Perang melawan Terorisme dan Perang Irak dijadikan isu sentral. Bush menjadi kandidat pertama yang memperoleh kemenangan mayoritas suara rakyat sejak ayahnya menang 16 tahun sebelumnya. Dalam tiga pemilihan umum sebelumnya, penampilan kandidat partai ketiga yang hebat telah menghalangi pemenang suara rakyat, Gore dan Clinton, untuk memperoleh suara mayoritas rakyat.

Permulaan hidup
George Bush dilahirkan di New Haven, Connecticut. Aktivitasnya dalam dunia politik dimulai dari keterlibatannya dalam tim kampanye ayahnya sebagai senator dari Texas.

Pendidikan dan keluarga
Bush lulus dari Universitas Yale dengan gelar Bachelor of Arts dalam bidang sejarah pada tahun 1968. Kemudian pada tahun 1975, ia memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) dari Sekolah Bisnis Harvard. Dua tahun kemudian ia menikahi Laura Welch dan memperoleh dua orang anak kembar, Barbara dan Jenna pada tahun 1981.

Karier bisnis
Ia mengawali karier dalam dunia usaha pada tahun 1979 dengan mendirikan Arbusto Energy, sebuah perusahaan pengeboran minyak dan gas. Arbusto dijualnya pada tahun 1984 kepada Spectrum 7, perusahaan minyak lainnya dan diubah namanya menjadi Bush Exploration Co.. Bush sendiri menjadi CEO perusahaan baru tersebut. Kemudian pada tahun 1986, Spectrum 7 melakukan merger dengan Harken Energy, dan Bush menjadi direktur Harken.
Pada April 1989, Bush dan beberapa rekan investor lain membeli 86% saham klub bisbol AS, Texas Rangers dengan pinjaman sebesar US$500.000 dari bank. Pinjaman tersebut dibayarnya dengan menjual sahamnya sebesar $848.000 di Harken. Hal ini memicu kerugian yang besar di Harken, dalam peristiwa yang dikenal dengan nama "Skandal Harken."

Presiden Amerika Serikat
Bush merupakan orang kedua menjadi presiden yang mengikuti jejak ayahnya George H. W. Bush, Presiden Amerika Serikat yang ke-41, setelah John Adams, Presiden kedua, dan John Quincy Adams, yang keenam, merupakan bapak dan anak. Terdapat juga pasangan kakek dan cucu, William Henry Harrison dan Benjamin Harrison.

Masa jabatan pertama
Masa jabatannya sebagai presiden didominasi "perang melawan terorisme", yang mencuat setelah terjadinya Peristiwa 9/11 (serangan terhadap WTC). Serangan tersebut dijadikannya alasan untuk memerintahkan invasi terhadap Afganistan pada tahun 2001 untuk membebaskan Afganistan dari rezim Taliban dan Irak pada tahun 2003 untuk menjatuhkan pemerintah Saddam Hussein. Bush menyatakan kemenangan AS dalam invasi Irak pada 1 Mei 2003, namun hingga Agustus 2006 konflik di Irak masih belum berakhir akibat serangan-serangan dari para pemberontak.

Masa jabatan kedua
Meskipun banyak pihak yang menentang kedua peristiwa tersebut (khususnya dari luar AS), ia memenangkan Pemilu Presiden Amerika 2004 dengan selisih 3% dengan saingan utamanya John Kerry. Masa jabatan keduanya masih dipenuhi masalah di Irak, karena korban dari pasukan AS terus berjatuhan, mencapai lebih dari 2.500 orang hingga 3 Agustus 2006.

Peristiwa penting lain pada masa jabatan kedua ini adalah Badai Katrina pada Agustus 2005. Bush dianggap lambat dalam menangani peristiwa ini, yang memakan korban ribuan jiwa. Kejadian ini juga memperlihatkan jurang ekonomi yang jelas antara kaum kulit putih dan kulit hitam di Amerika. Dalam acara penandatanganan peraturan bioetik alternatif yang dihadiri 18 keluarga dengan 20-an batita yang lahir dari embrio sumbangan sisa dari prosedur fertilisasi in vitro, untuk pertama kalinya ia menggunakan hak vetonya untuk menghalangi RUU pengembangan riset sel induk embrionik.

Jabatan Kepala Staf Gedung Putih dipegang oleh Joshua B. Bolten dan Wakil Kepala Stafnya dijabat oleh Karl Rove



Sumber : wikipedia