Showing posts with label Menteri. Show all posts
Showing posts with label Menteri. Show all posts

Thursday, 28 July 2016

Pengganti Anies Baswedan Sebagai Menteri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan - Muhadjir Effendy

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo sudah secara resmi mengumumkan perombakan kabinet (reshuffle) Jilid II. Salah satu yang ditunjuk adalah Prof Muhadjir Effendy. Mantan rektor Universitas Muhammadyah Malang (UMM) menggantikan posisi AniesBaswedan sebagai Menteri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Pengumuman reshuffle diumumkan Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta hari Rabu 27 Juli 2016 dan melantik para menteri baru pada hari yang sama.

Muhadjir memiliki rekam jejak yang panjang dalam dunia pendidikan.  Selama 30 tahun lebih berkarya di UMM baik sebagai ketua bidang penalaran, Pembantu Rektor III, Pembantu Rektor I hingga menjadi Rektor selama tiga periode (2000-2016).

Selain aktif di dunia pendidikan, Muhadjir juga aktif di beberapa lembaga sosial. Di Muhammadiyah, ia adalah Ketua Pimpinan Pusat bidang Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan.  Saat ini ia juga menjadi anggota Dewan Research Daerah Jawa Timur. Selain itu Muhadjir adalah Ketua Umum Pengurus Pusat Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKS-PTIS), Ketua Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Jawa Timur, Wakil Ketua Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial (HIPIIS). Ia juga tercatat sebagai anggota Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jawa Timur.

Muhadjir yang juga dikenal sebagai pengamat militer ini, adalah penulis yang produktif. Tulisannya banyak menyoroti masalah agama, pendidikan, sosial, politik, dan militer. Suami dari Suryan Widati, SE.,MSA.,Ak.,CA dan ayah tiga anak ini, sudah mengasah kemampuan menulisnya semenjak mahasiswa. Ia aktif sebagai wartawan kampus hingga mendirikan surat kabar kampus UMM, BESTARI pada 1986.

Lahir di Madiun, 29 Juli 1956, Muhadjir Efendi adalah putra ke-6 dari 9 bersaudara. Orang tuanya adalah Bapak Soeraja dan Ibu Sri Soebita.  Ayahnya adalah seorang guru madrasah, kepala desa dan aktif di partai politik Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi).

Mudhadjir memulai pendidikan tingginya di Fakultas Tarbiyah IAIN Malang (kini bernama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) dan memperoleh gelar Sarjana Muda (BA) pada tahun 1978. Setelahnya, ia melanjut ke IKIP Malang dan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Sosial pada tahun 1982.  Gelar Magister Administrasi Publik (MAP) ia raih dari Universitas Gajah Mada tahun 1996.  Pada tahun 2008, Muhadjir berhasil menyelesaikan pendidikan S3 bidang militer di Program Doktor Universitas Airlangga.


Selain pendidikan formal, ia juga beberapa kali mengikuti kursus dan workshop diluar negeri antara lain di National Defence University, Washington DC (1993), di Victoria University, British Columbia, Canada (1991) dan di Davao City, Philiphines (2009) (dari berbagai sumber)

Selamat bertugas Pak Prof Muhadjir Effendy.

Pengganti Sudirman Said Tidak Populer di Indonesia Tapi Cukup Dikenal di Dunia Internasional - Archandra Tahar

Mungkin tidak banyak pernah mendengar nama Archandra Tahar. . Namanya tidak cukup populer di perpolitikan Indonesia. Itu sebabnya cukup mengejutkan bagi banyak kalangan  sewaktu Presiden Jokowi  mengangkatnya sebagai Menteri ESDM menggantikan Sudirman Said pada 27 Juli 2016.

Tidak populer di negeri sendiri, tapi nama Archandra Tahar cukup dikenal di dunia internasional. Ia bekerja dan menetap di Amerika Serikat. Archandra adalah Presiden Direktur  Petroneering di Houston. Ia ahli di bidang kilang lepas pantai atau offshore.

Bagi Archandra, ditunjuk sebagai Menteri ESDM adalah suatu hal yang mengejutkan. Walaupun dalam beberapa kesempatan pernah berdiskusi dengan Presiden Jokowi tentang masalah oil dan gas di Indonesia. Kabar akan menjadi menteri diterimanya beberapa hari sebelum dilantik.

Pria yang memiliki pengalaman 14 tahun di lapangan dalam bidang hidrodinamika dan teknik offshore ini memiliki 3 hak paten. terkait teknik kilang lepas pantai. Archandra juga dikenal sebagai penulis yang diakui terkait standar industri hidrodinamika. Selama 13 tahun terakhir, Archandra bekerja di berbagai perusahaan migas seperti Spar, TLP, Compliant Tower, Buoyant Tower dan Multi Colum Floater.

Lahir di Padang, Sumatera Barat pada 10 Oktober 1970, Archandra adalah lulusan Tehnik Mesin ITB. Setelah lulus tahun 1994, Archandra sempat berkarir di Andersen Consulting. Dua tahun ia memutuskan melanjutkan kuliahnya ke jenjang S2 di Amerika. Gelar master di bidang Teknik Kelautan diperolehnya dari Texas A&M University pada tahun 1998. Sedang gelar doktor untuk bidang yang sama diperolehnya pada tahun 2001, juga dari Texas A&M University.

Salah satu sumbangsih pikiran Archandra kepada Presiden Jokowi adalah menarik kembali Blok Masela agar dikuasai Indonesia, dengan memutuskan eksplorasi harus dilakukan onshore bukan offshore.

toko elektronik online
Menempati posisi baru sebagai menteri, Archandra bercita-cita untuk membangun kemandirian dari sisi energy. Menurutnya untuk membangun sektor industri energi, bekalnya adalah integrity.  Seperti dikutip dari setkab.go.id, Archandra berkata bahwa kita memerlukan transparansi dari pengelolaan sektor energi. Yang namanya integritas dalam pengelolaan sumber daya alam ini diperlukan sehingga kita bisa duduk sejajar dengan bangsa-bangsa lain, kalau kita bisa secara bangsa berintegritas dalam hal dealing atau memutuskan sesuatu yang berkaitan dengan policy di bidang oil and gas. (dari berbagai sumber)


Selamat bertugas pak, semoga Indonesia makin jaya.



Wednesday, 27 July 2016

Kembali Untuk Membenahi Perekonomian Indonesia - Sri Mulyani

Setelah enam tahun berkarir di Bank Dunia, Sri Mulyani akhirnya kembali ke Indonesia.  Menjawab panggilan Presiden Jokowi, Sri Mulyani pun meninggalkan jabatannya sebagai Managing Director di lembaga keuangan internasional tersebut. Sri Mulyani ingin mendedikasikan diri untuk mempercepat agenda pembangunan Indonesia.

Jabatan menteri bukanlah hal baru buat Sri Mulyani. Di kabinet Indonesia Bersatu pimpinan SBY, Sri Mulyani menjadi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan. Oleh Emerging Markets  ia  pernah dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik se-Asia pada tahun 2006, 2007,2008. Selain itu ia juga menjadi wanita berpengaruh kedua di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007 dan sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008.

Jabatan Menteri Keuangan di Kabinet Kerja resmi dijabat oleh Sri Mulyani setelah adanya perombakan kabinet (reshuffle) Jilid II pada Rabu 27 Juli 2016. Ia menggantikan Bambang Brodjonegoro yang digeser menjadi Kepala Bappenas.

Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D, lahir di Bandar Lampung, Lampung pada 26 Agustus 1962.  Ia lahir ditengah-tengah keluarga akademisi. Orang tuanya alm. Prof Satmoko, guru besar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang (FIP Unnes)  dan alm. Prof Dr Retno Sriningsih Satmoko, Guru Besar Luar Biasa Universitas Negeri Semarang..  Setelah menyelesaikan pendidikan SMP di SMP Negeri 2 Bandar Lampung tahun 1978, Sri Mulyani melanjutkan ke SMA Negeri 3 Semarang dan lulus tahun 1981. Pada tahun 1981, ia pun resmi menjadi mahasiswa di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia.

Wanita yang cukup dikenal sebagai pakar ekonomi ternama di Indonesia  ini melanjutkan pendidikan master dan doktornya di University of lllinois Urbana Champaign, U.S.A. Setelah menyelesaikan pendidikan, Sri Mulyani kembali ke Indonesia dan aktif menjadi pengajar di almamaternya.

Sri Mulyani menikah dengan Tony Sumartono, dan dikaruniai 3 orang anak, Dewinta Illinia, Adwin Haryo Indrawan dan Luqman Indra Pambudi.

Sri Mulyani memang pribadi yang lugas dan cerdas. Analisisnya kritis, dan jernih. Hal inilah yang membuatnya dipercaya untuk memegang jabatan penting baik di dalam maupun luar negeri.

Salah satu cobaan terbesar Sri Mulyani adalah Kasus Century. Kasus yang bermuatan politis  inilah yang membuat dirinya meninggalkan posisi Menteri Keuangan pada 20 Mei 2010 dan menerima pinangan Bank Dunia.

Dikutip dari merdeka.com, berikut karir  Sri Mulyani.
  • Menteri Keuangan (27 Juli 2016 – Sekarang)
  • Direktur Pelaksana Bank Dunia (1 Juni 2010-27 Juli 2016)
  • Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Kabinet Indonesia Bersatu
  • Executive Director IMF mewakili 12 negara Asia Tenggara (2002-2004).
  •  Konsultan USAid di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat (2001-2002)
  •  Dewan Ekonomi Nasional (1999-2001)
  • Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI), Juni 1998 – Sekarang
  • Nara Sumber Sub Tim Perubahan UU Perbankan, Tim Reformasi Hukum – Departemen Kehakiman RI, Agustus 1998 s/d Maret 1999.
  • Tim Penyelenggara Konsultan Ahli Badan Pembinaan Hukum Nasional Tahun 1999 – 2000, Kelompok Kerja Bidang Hukum Bisnis, Menteri
  • Kehakiman Republik Indonesia,  15 Mei 1999 – Sekarang
  •  Anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan Bidang Keuangan dan Moneter, Departemen Keuangan RI, Juni 1998 s/d sekarang.
  • Dewan Juri Lomba Karya Ilmiah Remaja LIPI-TVRI XXXI, Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial, Kebudayaan dan Kemanusiaan, terhitung 1 April 1999 - Sekarang
  • Redaktur Ahli Majalah bulanan Manajemen Usahawan Indonesia, Agustus 1998 – Sekarang
  •  Anggota Komisi Pembimbing mahasiswa S3 atas nama Sdr. Andrianto Widjaya NRP. 95507 Program Doktor (S3) Program Studi Ilmu Ekonomi Pertanian, Institute  Pertanian Bogor, Juni 1998
  • Ketua I Bidang Kebijakan Ekonomi Dalam dan Luar Negeri serta Kebijaksanaan Pembangunan, PP Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), 1996 – 2000
  • Kepala Program Magister Perencanaan Kebijakan Publik-UI, 1996-Maret 199
  • Wakil Kepala Bidang Penelitian LPEM FEUI, Mei 1995 – Juni 1998
  • Wakil Kepala Bidang Pendidikan dan Latihan LPEM FEUI, 1993 – Mei 1995
  • Research Associate, LPEM FEUI, 1992 – Sekaran
  • Pengajar Program S1 & Program Extension FEUI, S2, S3, Magister
  • Manajemen Universitas Indonesia, 1986 – Sekarang
  • Anggota Kelompok Kerja – GATS Departemen Keuangan, RI 1995
  • Anggota Kelompak Kerja Mobilitas Penduduk Menteri Negara Kependudukan – BKKBN, 1995
  • Anggota Kelompok Kerja Mobilitas Penduduk, Asisten IV Menteri Negara Kependudukan, BKKBN, Mei – Desember 1995
  • Staf Ahli Bidang Analisis Kebijaksanaan OTO-BAPPENAS, 1994 – 199
  • Asisten Profesor, University of lllinois at Urbana, Champaign, USA, 1990 – 1992
  • Asisten Pengajar Fakultas Ekonomi – Universitas Indonesia, 1985 – 1986
  • Research Demand for Housing, World Bank Project, 1986
  • Kompetisi Perbankan di Jakarta/Indonesia, BNI 1946, 1987
  • Study on Effects on Long-term Overseas Training on Indonesia
  • Participant Trainees. OTO Bappenas – LPEM FEUI, 1998
  • Penyusunan Study Dampak Ekonomi Sosial Kehutanan Indonesia. Departemen Kehutanan – LPEM FEUI, 1992
  • Survei Pemasaran Pelumas Otomotif Indonesia. Pertamina – LPEM FEUI, 1993
  • The Prospect of Automotive Market and Factors Affecting Consumer Behavior on Purchasing Car. PT. Toyota Astra – LPEM FEUI, 1994
  • Inflasi di Indonesia : Fenomena Sisi Penawaran atau Permintaan atau keduanya. Kantor Menko Ekuwasbang – Bulog – LPEM FEUI, 1994
  • Restrukturisasi Anggaran Daerah. Departemen Dalam Negeri – LPEM FEUI, 1995
  • The Evaluation of Degree and non degree training – OTO Bappenas, 1995
  • Fiscal Reform in Indonesia : History and Perspective, 1995
  • Potensi Tabungan Pelajar DKI Jakarta. Bank Indonesia – LPEM FEUI, 1995
  • Studi Rencana Kerja untuk Pelaksanaan Kegiatan Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Nasional, Departemen Pariwisata, Pos & Telekomunikasi – LPEM FEUI, 1996
  • Interregional Input-Output (JICA Stage III), 1996
  • Studi Kesiapan Industri Dalam Negeri Memasuki Era Perdagangan Bebas, Departemen Perindustrian dan Perdagangan, LPEM FEUI, 1997
  • Penyusunan Rancangan Repelita VII. Departemen Perindustrian dan Perdagangan, 1997
  • Indonesia Economic Outlook 1998/1999. Indonesia Forum 1998
  • Country Economic Review for Indonesia. Asian Development Bank, 1999

(dari berbagai sumber)


Tuesday, 26 July 2016

Ketua Timses Jokowi-JK Menjadi Mendagri - Tjahjo Kumolo

Tjahjo Kumolo, SH adalah salah satu politikus PDI-P yang ditunjuk Jokowi menjadi menteri di Kabinet Kerja. Posisi yang dipercayakan kepadanya adalah sebagai Menteri Dalam Negeri.

Sebelumnya,  Tjahjo Kumolo adalah anggota DPR. Di Pemilu 2014  Tjahjo Kumolo terpilih  dari daerah pemilihan Jawa Tengah I. Ini artinya ia menjadi anggota DPR selama 6 periode mulai tahun 1987.  PDI-P bukanlah satu-satunya partai tempat Tjahjo Kumolo bernaung. Sebelum bergabung dengan PDI-P pada tahun 1998, ia adalah anggota Partai Golongan Karya.

Jabatan terakhirnya di PDI-P adalah sebagai Sekjen untuk periode 2010-2015, setelah diberikan mandat oleh Megawati pada Kongres III PDI-P di Bali tahun 2010.

Di usia muda Tjahjo Kumolo juga sudah aktif dalam berbagai kegiatan organisasi, seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Pemuda Panca Marga (PPM)/FKPPI.

Tjahjo Kumolo lahir di Solo, 1 Desember 1957.  Pendidikan SD hingga Sarjana ditempuh Tjahjo Kumolo di kota Semarang. Ia lulus dari Fakultas Hukum Universitas Diponegoro pada tahun 1985.  Suami dari dr. Erni Guntari ini juga penah mengikuti Kursus Singkat Angkatan Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta  pada 1994.

Pada Pilpres 2014 kemaren, Tjahjo Kumolo terpilih menjadi  Ketua Tim Pemenangan Jokowi – JK. Kerja keras Tjahjo Kumolo bersama timnya cukup berhasil yaitu terpilihnya Jokowi – JK sebagai pasangan Presiden dan Wakil Presiden. Dan Tjahjo Kumolo pun didaulat sebagai Menteri Dalam Negeri periode 2014-2019. (dari berbagai sumber)


Monday, 25 July 2016

Anak Desa Yang Menjadi Menteri Sekretaris Negara. - Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc

Sederhana itulah kesan pertama setelah melihat sosok Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc . Anak desa yang selalu mementingkan pendidikan ini dipercaya Jokowi untuk menjadi menteri di kabinetnya.

Lahir di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur pada 13 Februari 1962, Pratikno menyelesaikan pendidikan SD bersama 13 orang temannya. Sekolah SMP sangat jauh dari kampung halamannya, yang memaksa dia harus indekos. Sangat disayangkan dari 13 orang hanya dia yang melanjut ke SMP.

Kesulitan hidup benar-benar menempa Pratikno menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri. Ia sudah terbiasa masak sendiri. Bangun lebih pagi, untuk masak nasi.

Selepas SMP, Pratikno melanjut ke SMA di Bojonegoro dan lulus pada tahun 1980. Usai menamatkan SMA, Pratikno diterima menjadi mahasiswa di Universitas Gajah Mada, Fakultas Isipol Jurusan Ilmu Pemerintahan. Semula ia bercita-cita menjadi sekda. Tapi nasib berkata lain, ia diterima menjadi dosen di almamaternya. Ia pun melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Gelar master bidang administrasi pembangunan diperolehnya dari Universitas of Birmingham, Inggris pada tahun 1991. Sedangkan Phd. dari Flinders University, Australia pada tahun 1997.

Pratikno menjadi dosen di UGM mulai tahun 1986, hingga ia mencapai jabatan tertinggi di almaternya tersebut. Pratikno terpilih menjadi Rektor UGM ke 14 untuk periode 2012 – 2017.
Suami dari Dra. Ec. Siti Faridah punya segudang pengalaman dan prestasi. Seperti dikutip dari wikepedia, berikut pengalaman profesional Pratikno.

  • Dean of Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia(2008-2012).
  • Moderator for Final Presidential Debate, in Indonesia, held by Commission of General Election and broadcasted by all national TV station in Indonesia, July 2009.
  • Lecturer at Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. (1986-now).
  • Chief Manager of Postgraduate Program on Local Politics and Regional Autonomy, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Indonesia (2003-2008).
  • Vice Dean for Academic Affairs, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia (2001-2004).
  • Member of Expert Team for Ministry of Home Affairs, Republic of Indonesia.
  • Member of Academic Board for the cooperation between Universitas Gadjah Mada and Agder University College, Kristiansen, Norway (1998-2003).
  • Indonesian Counterpart for the cooperation between Universitas Gadjah Mada and National University of Singapore and some other Universities in Asia and Australia (2001-2008).
  • Manager for the cooperation between Postgraduate Program on Local Politics and Regional Autonomy Universitas Gadjah Mada and the Department of Asian Studies, Flinders University of South Australia (2003).
  • Indonesian Counterpart for the cooperation between Institute Development Studies, Brighton, UK; Madras Institute of Development Studies, Chennai, India; Lahore University of Management Science, Pakistan, and Universitas Gadjah Mada, Indonesia (2004-2006).
  • Manager for the cooperation between the Faculty of Social and Political Science Universitas Gadjah Mada with the Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Carribean Studies/ the Koninklijk Instituut voor Taal, Land, en Volkenkunde (KITLV, Leiden) (2007-2011).
  • Permanent Indonesian Counterpart for Asia Barometer, Tokyo University and Chuo University, Japan. (2004-2009)
  • Board for the cooperation between Center for East and South East Asian Sosial Studies (CESSAS) Universitas Gadjah Mada with Oslo University, Norway and Colombo University, Sri Lanka (2007-2009)

 Keanggotaan Organisasi
  • 2006-2007: Member of Expert Team on the Division of Law, Social-Politic, and Regional Autonomy, the Ministry of Home Affairs, Republic Indonesia.
  • 2007-2009: Member of Expert Team the Conception of Implementation Regional Government, The Ministry of Home Affairs, Republic Indonesia
  • 2007-2009: Member of The Council of Consideration of Regional Autonomy, The Ministry of Home Affairs, Republic Indonesia
  • 2010-2012: Member of The Council of Consideration of Regional Autonomy, The Ministry of Home Affairs, Republic Indonesia

Pratikno mengenal Jokowi cukup dekat. Bersama Andrinof Chaniago dan Cornelis Lay, Pratikno dipercaya menjadi tim sinkronisasi Tim Transisi Jokowi-Jusuf Kalla. Tim ini bertugas menyatukan semua usulan kelompok kerja Tim Transisi dan menetapkan langkah prioritas pelaksanaannya sebagai masukan kepada Presiden.

Dan Jokowi pun kepincut dengan kesederhanaan dan intelektualis Pratikno. Sejak 27 Oktober 2014, Pratikno dipercaya menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara. (dari berbagai sumber)



Menteri ESDM - Sudirman Said

PresidenRI Joko Widodo menginginkan orang-orang memiliki kemampuan yang mumpuni  juga mempunyai operasional leadership yang baik yang duduk dalam kabinet kerja yang dipimpinnya.  Salah satu yang dianggapnya cukup kompeten adalah Sudirman Said, yang ditunjuk untuk memimpin Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral periode 2014-2019.

Menurut Jokowi, ESDM adalah sektor yang sangat besar maka ia menitipkan  sektor ini kepada Sudirman Said karena kemampuan manajerial yang cukup baik dimiliki oleh Sudirman Said, selain itu Sudirman Said cukup dikenal sebagai aktivis anti korupsi, , pernah sebagai Direktur Eksekutif Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI).

Sudirman Said, lahir di Brebes pada tanggal 16 April 1953. Beliau adalah alumni dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (1990).  Sudirman Said menyelesaikan pendidikan masternya Bidang Administrasi Bisnis  pada tahun 1994   dari George Washington University, Washington, DC, Amerika Serikat.
Sudirman Said bukanlah orang baru di bidang energi dan sumberdaya mineral. Ia pernah menduduki posisi Staf Ahli Direktur Utama PT Pertamina, Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia Pertamina, hingga Koordinator Restrukturisasi Aset dan Anak Usaha Pertamina.
Selain itu Sudirman Said pernah berkarir di PT Petrosea Tbk sebagai wakil direktur utama, dan di PT Indika Energy Tbk sebagai Group Chief of Human Capital and Corporate Services. Beliau juga pernah menduduki posisi Direktur Utama PT. Pindad (Persero), dan menjadi jabatan terakhirnya sebelum menjadi Menteri ESDM.
Suara vokal Sudirman Said dalam menentang korupsi diwujudkan dengan pendirian Masyarakat Transparansi Indonesia bersama dengan Erry Riana (Mantan Pimpinan KPK), Kuntoro Mangkusubroto (Kepala UKP4), Sri Mulyani (Mantan Menteri Keuangan), dan beberapa tokoh lainnya. Pada tahun 2001, badan ini mendorong transparansi anggota kabinet yaitu menteri yang terpilih dapat melepaskan jabatannya di parpol dan keterlibatannya dalam dunia usaha. Selain itu mendorong penyelesaian kasus Korupsi Penyelewengan Dana Pemilu oleh Anggota KPU dan Penyelesaian Kasus Bibit Chandra (Cicak versus Buaya).

Setelah setahun dilantik menjadi Menteri ESDM, Sudirman Said melakukan gebrakan dengan membubarkan anak usaha PT. Pertamina (Persero), Pertamina Energy Trading Limited (Petral).  Ia juga memutuskan untuk mengaktifkan kembali PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur.

Pada tanggal 27 Juli 2016, Sudirman Said adalah salah satu menteri yang diganti oleh Jokowi. Adalah Archandra Tahar yang ditunjuk menggantikannya sebagai Menteri ESDM. (dari berbagai sumber)





Thursday, 21 July 2016

Puteri Presiden RI Kelima Jadi Menko - Puan Maharani

Puan Maharani ditunjuk sebagai sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dalam kabinet  kerja untuk periode 2014 – 2019.  Puan adalah cucu dari Presiden RI pertama Soekarno,  puteri dari Presiden RI kelimaMegawati dari pernikahan dengan Taufieq Kiemas.
Puan adalah politikus PDI-P.  Ia turut andil dalam Pemilu 2014 yang membantu PDI-P menjadi partai penguasa setelah 10 tahun menjadi oposisi. Puan sendiri mulai terjun ke organisasi politik pada tahun 2006, dengan menjadi ketua DPP KNPI Bidang Luar Negeri.

Pada tahun 2009, Puan terpilih menjadi anggota DPR dari PDIP. Ia memperoleh suara terbanyak kedua di tingkat nasional dengan perolehan 242.504 suara. Di DPR Puan menjadi ketua Fraksi PDI Perjuangan periode 2012 – 2014.

Pada tahun 2014 Puan juga terpilih sebagai anggota DPR dari PDI Perjuangan. Seiring dengan kemenangan Jokowi pada Pilpres 2014, Puan pun menduduki posisi sebagai menteri.
Lahir di Jakarta pada 6 September 1972, Puan menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar hingga SMA di Perguruan Cikini. Selepas SMA, Puan melanjutkan pendidikannya ke Universitas Indonesia, Fakultas FISIP, Jurusan Komunikasi Massa.

Dalam berpolitik, Puan banyak belajar dari ibunya, Megawati. Saat Megawati menjabat sebagai presiden tahun 2001-2004, Puan selalu ikut serta dalam kunjungan ke daerah maupun ke luar negeri. Tahun 2009, Puan terlibat secara aktif di Mega Center, lembaga yang bertujuan untuk pemenangan Megawati sebagai presiden.

Istri dari Happy Hapsoro ini juga dipercaya ibunya dalam beberapa kegiatan sosial. Hal ini tentu menjadi bekal Puan untuk mendekati “wong cilik”.

Nama besar orang tua sering dianggap menjadi penentu keberhasilan Puan. Dan oleh beberapa kalangan beranggapan bahwa Puan Maharani adalah titipan orang tuanya di dalam kabinet Jokowi-JK. Namun Puan menepis anggapan itu dengan berkata :“(saya masuk sebagai menteri) Bukan karena anak, karena keluarga, atau titipan.” Puan ingin membuktikan bahwa dirinya memang layak dan mampu mengemban tugas yang dibebankan kepadanya.

Tercatat Puan Maharani adalah wanita pertama yang menduduki posisi sebagai Menko Bidang Pembangunan Manusia sebagai pengganti nomenklatur Menko Bidang Kesejahterataan Rakyat. (dari berbagai sumber)




Thursday, 14 July 2016

Menteri BUMN - Rini Soemarmo

Rini Mariani Soemarno dipercaya Jokowi sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara di Kabinet Kerja.  Sebelumnya Rini diserahi tugas sebagai Kepala Staf Tim Transisi untuk mempercepat implementasi program “Nawa Cita”, sesuai janji kampanye Jokowi. Posisi menteri bukanlah hal baru bagi Rini Soemarmo. Periode 2001-2004, Megawati menunjuknya sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan.
F
Rini Soemarmo lahir di Maryland, Amerika Serikat pada 9 Juni 1958. Masa kecil Rini harus hidup berpindah-pindah karena tugas ayahnya. Ayahnya, Soemarmo adalah Menteri Keuangan Kabinet Kerja III periode 1960-1962 dan Gubernur Bank Indonesia tahun 1962-1963.

Rini merupakan lulusan Fakultas Ekonomi, Wellesly College Massachusetts, USA. Ia menyeselesaikan pendidikannya pada tahun 1981. Setelah sempat magang di Departemen Keuangan Amerika Serikat, pada tahun 1982 Rini memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan bekerja di Citibank, Jakarta.

Karir dari mantan istri Didik Soewandi, terbilang cukup melesat. Pada tahun  1988-1989 ia sudah menduduki posisi Vice President Citibank N.A, Jakarta. Pada tahun 1989 Rini memutuskan bergabung dengan PT Astra International, Jakarta. Di perusahaan ini Rini kembali menunjukkan kualitasnya dan terpilih menjadi Direktur Utama PT Astra International, Jakarta pada tahun 1998 hingga tahun 2000.

Sebelum menduduki posisi Direktur Utama PT. Astra International, Rini sempat masuk ke lingkungan birokrasi. Pada awal 1998, Fuad Bawazier yang saat itu menjabat sebagai Menteri Keuangan menunjuk Rini sebagai asisten bidang Hubungan Ekonomi Keuangan Internasional. Pada April 1998 Rini juga terpilih menjadi Wakil Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Rini menduduki posisi ini hanya dalam hitungan bulan dan memutuskan kembali berkarya di PT. Astra International.

Rini harus merelakan posisi Presiden Direktur Internasional kepada Theodore Permadi Rachmat berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa 8 Februari 2000. Lepas dari Astra Rini sempat berkarir di PT Agrakom - Bidang Bisnis Internet, Jakarta (2000) sebagai komisaris, PT Semesta Citra Motorindo (2000-2001) sebagai Presiden Direktur.

Periode 2001-2004, Rini kembali masuk ke lingkungan birokrasi setelah Presiden RI kelima Megawati mengangkatnya sebagai sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan.

Setelah tidak menjabat lagi sebagai menteri, Rini kembali menapaki karir di swasta. Ia menduduki posisi sebagai Presiden Direktur PT Kanzen Motor Indonesia pada tahun 2005.

Pada tahun 2013, Rini pernah diperiksa oleh Komisi Pemberantasan terkait terkait penyelidikan atas surat keterangan lunas (SKL) yang diterbitkan Badan Penyehatan Perbankan (BPPN). Ia diperiksa karena kapasitasnya sebagai anggota dari Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK).

Sebelum mengangkat menteri-menterinya, Jokowi menyerahkan nama-nama ke KPK dan salah satunya ada nama Rini Soemarmo. Walaupun menurut beberapa sumber, Rini Soemarmo mendapat rapor merah dari KPK tapi Jokowi tetap memercayakan posisi Menteri Badan Usaha Milik Negara kepadanya. (dari berbagai sumber)


Tuesday, 12 July 2016

Menteri dengan Segudang Penghargaan - Anies Baswedan

Anies Rasyid Baswedan, Ph.D atau yang akrab juga disapa Anies Baswedan, didaulat oleh Presiden Jokowi untuk mengisi pos Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar & Menengah di kabinet kerja. Sebelum mengisi pos ini, ia adalah Rektor Universitas Paramadina di Jakarta. Jabatan sebagai rektor ini mulai diembannya pada 15 Mei 2007. Ia menjadi rektor termuda di Indonesia pada saat itu.

Anies Baswedan lahir di Kuningan, Jawa Barat pada tanggal 7 Mei 1969. Ia adalah cucu dari pejuang kemerdekaan RI, Abdurrahman Baswedan dan putera dari pasangan Rasyid Baswedan-Aliyah Rasyid. Masa kecil Anies banyak dihabiskan di Yogyakarta. Pendidikan sekolah dasar hingga sarjana S1 diselesaikan di Yogyakarta.

Pendidikan sarjana diselesaikan Anies dari Universitas Gajah, Fakultas Ekonomi pada tahun 1995. Gelar masternya diperoleh dari School of Public Affairs, University of Maryland, College Park, pada tahun 1997. Sedangkan gelar doktor dalam Ilmu Politik dari Northern Illinois University pada tahun 2005 saat berusia 36 tahun.
Penggagas berdirinya Gerakan Indonesia Mengajar ini menyandang segudang penghargaan tingkat dunia. Ia tercatat sebagai orang Indonesia pertama di antara '100 orang intelektual di dunia' pilihan majalah Foreign Policy, edisi April 2008. Ia disejajarkan dengan nama-nama tokoh dunia seperti tokoh perdamaian, Noam Chomsky, penerima penghargaan Nobel seperti Shirin Ebadi, AL Gore, Muhammad Yunus atau Amartya Sen.
Majalah Foresight, terbitan Jepang memasukkan nama Anies, , yang diperkirakan akan berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang. Nama-nama lain yang tercantum dalam majalah tersebut antara lain adalah Presiden Venezuela (almarhum) Hugo Chavez, serta (mantan) Menlu Inggris David Miliband.
Anies juga pernah mendapat perhargaan sebagai salah-seorang ‘Young Global Leaders 2009’ dari Forum Ekonomi Dunia (The World Economic Forum).
Suami dari Fery Farhati Ganis ini pada bulan Juni 2009, terpilih menjadi moderator untuk debat presiden pertama yang pertama dilakukan di Indonesia dan disiarkan langsung oleh semua jaringan TV Nasional.

Pada 2 November 2010 Presiden Susilo Bambang Yudoyono Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum Kasus Bibit-Chandra atau sering disebut Tim Delapan. Anies Baswedan terpilih menjadi salah satu anggota tim bersama Adnan Buyung Nasution, Todung Mulya Lubis, Hikmayanto Juwana, Amir Syamsudin, Komaruddin Hidayat, Koesparmono Irsan dan Denny Indrayana.

Pada tahun 2013 Anies pernah ikut konvensi calon presiden Partai Demokrat. Ia memiliki cita-cita untuk melunasi janji kemerdekaan.  Ia mengganggap konvensi ini merupakan sebuah panggilan tanggung jawab dan sebuah kehormatan.

Pada  Pemilu Presiden 2014, Anies bergabung  tim pemenangan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Anies terpilih menjadi juru bicara. Anies ikut dalam tim ini karena ingin mendukung orang baik di pemerintahan.

Berdasarkan hasil perombakan kabinet (reshuffle) kabinet Jilid II pada tanggal 27 Juli 2016, Anies Baswedan salah satu menteri yang diganti oleh Presiden Jokowi. Dengan besar hati ia menyerahkan jabatannya kepada Muhadjir Effendy. (dari berbagai sumber)

Monday, 11 July 2016

Sang Penerobos - Rizal Ramli

Dr. Rizal Ramli ditunjuk Presiden Jokowi untuk menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia sejak 12 Agustus 2015. Pada era pemerintahan PresidenAbdurrahman Wahid, Rizal Ramli juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog), Menteri Koordinator bidang Perekonomian, serta Menteri Keuangan Indonesia.

Rizal Ramli lahir di Padang, Sumatera Barat, 10 Desember 1954. Menamatkan pendidikan Sekolah Dasar hingga SMA di Bogor,  Rizal Ramli melanjutkan pendidikan tinggi nya ke Institut Teknologi Bandung. Semasa menjadi mahasiswa, ia pernah dipenjara karena menentang terpilihnya kembali Soeharto sebagai presiden berkuasa pada rezim orde baru.

Rizal Ramli yang oleh sebagian kalangan dijuluki “Sang Penerobos”  karena ide-idenya yang tidak konvensional serta berpihak kepada rakyat, meraih gelar doktor ekonomi dari Universitas Boston pada tahun 1990.

Rizal Ramli banyak melakukan terobosan. Dimulai saat ia menjabat sebagai Kepala Bulog pada tahun 2000. Walau hanya menjabat selama 15 bulan, Rizal Ramli membuat kebijakan penting:

  • Penghapusan rekening off-budget menjadi on-budget yang mengakibatkan angka surplus yang cukup tinggi bagi Bulog. Ia juga melakukan penyederhanaan dan konsolidasi rekening-rekening Bulog yang sebelumnya berjumlah 117 rekening menjadi hanya 9 rekening saja.
  • Melakukan proses restrukturisasi untuk mempersiapkan Bulog menjadi Perusahaan Umum (Perum).
  • Melakukan rotasi pejabat Bulog dengan menukar posisi pejabat yang sebelumnya berdinas di 'tempat basah' dipindahkan ke wilayah yang dianggap 'kering' dan sebaliknya.

Rizal Ramli diangkat sebagai Menko Perekonomian pada Agustus 2000. Tak lama setelah diangkat, ia langsung mencanangkan 10 Program Percepatan Pemulihan Ekonomi, yang meliputi:


  • Menciptakan stabilitas di sektor finansial
  • Meningkatkan kesejahteraan rakyat di pedesaan untuk memperkuat stabilitas sosial-politik
  • Memacu pengembangan usaha skala mikro dan usaha kecil menengah (UKM)
  • Meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani
  • Mengutamakan pemulihan ekonomi berlandaskan investasi daripada berlandaskan pinjaman
  • Memacu peningkatan ekspor
  • Menjalankan privatisasi bernilai tambah
  • Melaksanakan desentralisasi ekonomi dengan tetap menjaga keseimbangan fiskal
  • Mengoptimalkan pemanfaatan suberdaya alam
  • Mempercepat restrukturisasi perbankan



Pada Mei 2001, Rizal Ramli mendorong penghapusan cross-ownership dan cross-management antara PT Telkom dan PT Indosat. Langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetisi dan mendorong kedua operator telekomunikasi nasional tersebut menjadi full service operators. Banyak kalangan, baik domestik maupun internasional, menilai kebijakan yang ditempuh Rizal Ramli tersebut sebagai langkah yang tepat dan kredibel. Lewat terobosannya tersebut, negara berhasil memperoleh tambahan penerimaan Rp4,2 trilliun tanpa menjual selembar pun saham Telkom atau Indosat.

Pada 12 Juni 2001, Rizal Ramli digeser untuk menduduki posisi sebagai Menteri Keuangan. Tapi karena masa peralihan dari pemerintahan Gus Dur ke Presiden Megawati, ia resmi menjabat pada tanggal 23 Juli 2001. Ia menduduki posisi ini hingga 9 Agustus 2001.

Tercatat, Rizal Ramli juga penah menduduki posisi sebagai komisaris utama di beberapa BUMN seperti, PT. Semen Gresik dan BNI. Saat menjabat sebagai Komisaris PT. Semen Gresik, ia berhasil meningkatkan laba bersih dari 1,3 Triliun Rupiah menjadi 1,8 Triliun Rupiah.

Rizal Ramli menjabat sebagai Komisaris Utama BNI hanya enam bulan. Ia mengundurkan diri karena diserahi tanggung jawab lebih besar oleh Presiden Jokowi, yaitu sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya.

Saat ini Rizal Ramli membawahi enam kementerian yaitu: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pariwisata,  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Pertanian. (dari berbagai sumber)

Rizal Ramli harus mengakhiri jabatannya sebagai menteri, setelah Presiden Jokowi mengadakan perombakan kabinet (reshuffle) Jilid II pada hari Rabu 27 Juli 2016. Posisinya sebagai Menko Kemaritiman digantikan oleh Luhut Binsar Panjaitan.




Thursday, 23 June 2016

Dari Bank Indonesia ke Menko - Darmin Nasution



Presiden Jokowi mengeluarkan Keputusan Presiden RI Nomor 79/P/2015 tentang penggantian beberapa menteri para menteri. Adalah Darmin Nasution salah satu yang ditunjuk menggantikan Sofyan Djalil sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Darmin Nasution pun dilantik pada 12 Agustus 2015, yang artinya hari pertama ia menjabat.

Darmin Nasution lahir di Tapanuli, Sumatera Utara, 21 Desember 1948. Darmin menyelesaikan S1 nya, dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Sedangkan gelar master dan doctor diselesaikan di Paris-Sorbonne University. Darmin menikahi wanita asal Sulawesi Utara, Salsia Ulfa Sahabi Manoppo. Mereka dikaruniai 2 orang putera dan 4 orang cucu.

Setelah menyelesaikan pendidikan doctor, Darmin pun kembali ke Indonesia. Ia pun dipercaya menduduki posisi penting seperti; Direktur Jendral Lembaga Keuangan pada tahun 2000-2005, Ketua Bapepam dan Lembaga Keuangan sampai dengan tahun 2006, Direktur Jenderal Pajak pada tahun 2006-2009.

Pada tanggal 15 Mei 2009 Gubernur Bank Indonesia, yang sebelumnya dijabat Prof. Dr. Boediono, menyampaikan pengunduran diri sehubungan dengan pencalonannya menjadi cawapres yang berpasangan dengan SBY. Maka sesuai Undang-Undang BI bahwa ketika Gubernur BI mundur, ditunjuk Deputi Gubernur Senior yang saat itu dijabat Miranda Gultom, menjadi Plt Gubernur Bank Indonesia hingga masa pensiunnya tanggal 27 Juli 2009.

Sebelum Miranda memasuki masa pensiun, Komisi XI DPR RI memilih pengganti Miranda. Akhirnya secara aklamasi, DPR memilih Darmin Nasution sebagai Deputi Gubernur Senior BI pada 11 Mei 2009. Secara otomatis Darmin juga menjadi Plt Gubernur Bank Indonesia.

Setelah ditinggal Boediono menjadi wapres, posisi Gubernur Bank Indonesia mengalami kekosongan selama 1,5 tahun. Darmin akhirnya dilantik menjadi orang nomor satu BI pada  1 September 2010 untuk periode 2010-2013. Darmin adalah calon tunggal yang diajukan SBY dan sudah mengikuti fit and proper test di DPR pada 21-22 Juli 2010. 

Darmin pensiun dari Bank Indonesia pada tanggal 23 Mei 2013, hingga akhirnya dipercaya oleh Presiden Jokowi menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada 12 Agustus 2015.

PENDIDIKAN
  • S3 Paris-Sorbonne University
  • S2 Paris-Sorbonne University
  • S1 Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
KARIR

  • 2015-sekarang      : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
  • 2010-2013            : Gubernur Bank Indonesia
  • 2009-2014            : Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia
  • 2006-2009            : Direktur Jenderal Pajak
  • 2005-2006            : Kepala Bapepam Lembaga Keuangan
  • 2000-2005            :Direktur Jenderal Lembaga Keuangan
  • Asisten Menteri Koordinator Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara
  • Asisten Menteri Koordinator Produksi dan Distribusi
  • Asisten Menteri Koordinator Industri dan Perdagangan
  • Dirut LPEM-FEUI 
(dari berbagai sumber )